AYAT-AYAT YANG BERHUBUNGAN DENGAN KARAKTER PENDIDIK MENURUT QS AL IMRAN

Standar

• Dalam Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 11 disebutka tentang keutamaan tugas mengajar itu, yang artinya: Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang Telah diberi Kitab (yaitu): “Hendaklah kamu menerangkan isi Kitab itu kepada manusia, dan jangan kamu menyembunyikannya.”
• Dalam Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 37, Tuhan menyebutkan pengasuhan Zakaria bagi menambah penjelasan bagaimana terjaminnya keselamatan dan pertumbuhan anak itu rohani dan jasmani. Pertama sebab Zakaria bukan orang lain bagi dia, malahan bapanya juga, dan Zakaria itupun seorang Rasul Allah yang amat shalih, sehingga keshalihannya itu berpengaruh juga kepada pertumbuhan diri anak itu. Dua kata penting terdapat untuk kita jadikan dasar dalam pendidikan kanak-kanak di dalam ayat ini. Pertama ialah dari keturunan ayah-bundanya yang shalih, sehingga badannya bertambah besar dalam darah keturunan yang baik. Kedua perhatian kepada siapa yang mengasuh dan mendidik. Sehingga walaupun si anak lepas dari tangan kedua orang tuanya, sebab guru yang menyambut nya pun orang baik, maka pertumbuhan jiwa anak itupun di dalam keadaan baik pula. Lantaran itu, meskipun orang dari keturunan baik-baik kalau guru yang mendidik kurang baik, pertumbuhan anak itupun kurang wajar, meskipun dasar ada. Atau meskipun mendapat guru yang baik, kalau kedua orang tua tidak menjadi dasar tumbuh jiwa keshalihan, maka agama anak itu hanyalah sehingga otaknya saja. Belum tentu tumbuh dari jiwanya. Sebab itu maka syarat utama ialah orang-tua yang baik dan pendidik yang baik pula
• Dalam surat al-Imran ayat 79-80 dapat kita ambil kesimpulan antara isi surah al-Imran ayat 79-80 tersebut dengan dunia pendidikan, yaitu:
1. Untuk mendapatkan ilmu (seseorang yang ingin mendapatkan ilmu) tidak dalam waktu yang singkat (sebentar) tetapi membutuhkan waktu yang lama.
2. Dengan menuntut ilmu (belajar) seseorang bias tahu apa yang belum diketahui karena masih banyak ilmu Allah yang masih belum teungkap (seseorang harus belajar terus menerus). Bukankah Allah memberikan ilmu kepada manusia melainkan hanya sedikit.
3. Seseorang yang menuntut ilmu juga melakukan penelitian guna memperluas (memperdalam) suatu ilmu sehingga hasil penelitian tersebut didiskusikan, dibahas, kemudian hasil penelitian yang sudah didiskusikan dan dibahas tersebut d isampaikan (dipersentasikan).
4. Sekalipun telah menjadi seorang pendidik seorang guru tersebut tidak hanya (tidak berhenti) belajar sampai ia menjadi pendidik tetapi harus belajar terus menerus
5. Seorang pendidik tidak boleh memaksakan sesuatu yang tidak disukai kepada peserta didik (mengedepankan norma)
6. Peserta didik harus berniat dengan tulus ikhlas sehingga dalam menuntut ilmu tidak merasa ada paksaan
7. Peserta didik harus menghormati orang yang lebih tua darinya lebih-lebih kepada guru
8. Seseorang yang berilmu tidak boleh sombong dengan ilmu yang dimilikinya.
• Ayat yang menjelaskan tugas mengajar, yaitu surat al-Imran 104, bahwa menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar
• Dalam surat Ali Imran : 159-161, Untuk menjadi pendidik yang berhasil, beliau telah mempersiapkan dirinya sedemikian rupa sejak sebelum diangkat sebagai Rasul. Beberapa pelajaran penting yang dapat dijadikan teladan antara lain; Pra Kerasulan : Memiliki sifat dapat dipercaya (al-amin), terlatih dalam suasana keprihatinan dan penuh tantangan, kesiapan diri untuk mandiri, tidak tergantung kepada orang lain, dan kondisi rumah tangga yang sangat menunjang pelaksanaan tugas.
• Dalam surat Ali Imran, ayat 164, Allah swt berfirman, “Sungguh Allah Telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus diantara mereka seorang Rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab dan Al hikmah. dan Sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” . Adanya teladan dalam mendidik dan memandu umat manusia merupakan hal yang berperan penting. Karena manusia selalu dalam belajar dan tertarik untuk meniru atau belajar dari pihak lain. Seseorang akan selalu berusaha mengatur tindakan dan perilakunya sesuai dengan apa yang dilakukan oleh teladan pilihannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s