Manusia dan Penderitaan

Standar

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan manusia bertingkat-tingkat, ada yang berat dan ada juga yang ringan. Namun, peranan individu juga menentukan berat-tidaknya Intensitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang, belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.
Akibat penderitaan yang bermacam-macam. Ada yang mendapat hikmah besar dari suatu penderitaan, ada pula yang menyebabkan kegelapan dalam hidupnya. Oleh karena itu, penderitaan belum tentu tidak bermanfaat. Penderitaan juga dapat ‘menular’ dari seseorang kepada orang lain, apalagi kalau yang ditulari itu masih sanak saudara.
Manusia hidup di dunia ini mempunyai dua sisi yaitu sisi bahagia dan sisi penderitaan. Ada suatu kala manusia merasakan sebuah kebahagiaan dan biasanya kebahagiaan itu datang dengan sendirinya. Kehidupan memang tak lengkap jika hanya ada kebahagiaan, karena jika hanya ada sebuah kebahagiaan di dalam sebuah kehidupan maka manusia yang hidup di dunia ini tidak akan pernah bersyukur kepada Allah SWT yang telah menciptakannya. Hal yang sering terjadi manusia yang merasa kebahagiaan didalam hidupnya sering lupa kepada yang telah menciptakannya, oleh karena itulah Allah SWT maha adil. Maka dari itu, salah manusia jika hanya menginginkan kebahagiaan semata. Karena disamping terdapatnya kebahagiaan di dunia didalam kehidupan juga terdapat rasa yang memiliki arti berlawanan dengan arti kebahagiaan. Arti yang berlawanan itulah yang biasa kita sebut dengan penderitaan, separti dalam firman ALLAH SWT dalam surat AL-Baqoroh:155-157
“Sesungguhnya Kami uji manusia itu dengan bermacam-acam ujian, adakalanya dengan ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, kematian, dan kekurangan buah-buahan, berilah kabar gembira kepada orang-orang yang apabila ditimpa musibah (malapetaka) mereka berkata : “sesungguhnya kami ini kepunyaan Allah dari Tuhannya serta anugrah dan mereka itu mendapat petunjuk”
Tidak semua manusia hidup di dunia merasakan kebahagiaan, disamping kebahagiaan terdapat sekelompok orang yang sedang merasakan penderitaan. Penderitaan dan kebahagiaan memiliki keterikatan. Maksud dari keterikatan adalah manusia yang terlena oleh suatu kebahagiaan di akhir maka dia akan merasakan sebuah penderitaan dan begitu juga sebaliknya manusia yang sedang mengalami penderitaan apabila dia berusaha untuk memperbaiki keadaannya dan memiliki sikap bersyukur dalam keadaan apapun maka suatu saat nanti akan mendapatkan sebuah kebahagiaan. Semua orang pasti pernah mengalami sebuah penderitaan, entah itu penderitaan fisik, penderitaan batin, penderitaan materi atau apapun itu, tetapi sikap setiap orang untuk menghadapi sebuah penderitaan berbeda-beda. Ada yang bersikap pasrah dan tidak menerima keadaan itu tetapi ada juga yang bersikap menerima dan berusaha untuk memperbaiki keadaan yang ada agar penderitaan itu berakhir. Sikap itu lah yang membedakan taraf kesabaran manusia. Mungkin banyak orang yang merasa mereka lebih banyak mendapatkan penderitaan dibandingkan dengan kebahagiaan, tapi itulah siklus kehidupan. Tentu kita menginginkan nasib yang baik agar mendapatkan kebahagiaan tetapi semua itu tergantung dari sikap kita apakah kita akan berusaha atau tidak untuk mendapatkan kebahagiaan itu karena semua itu ditentukan oleh yang Maha Kuasa.
Karena ada penderitaan itu juga sebenarnya Allah menginginkan kita untuk mengintrospeksi diri kita, apa yang harus kita perbaiki, jangan pernah menyesali yang ada. Karena roda kehidupan memang berputar, ada kalanya dibawah, nah saat di bawah ini itulah penderitaan, itu tanda sayang Allah kepada kita makanya Allah memberikan kita cobaan. Jangan pernah merasa iri dengan yang merasakan kebahagiaan karena mereka juga pasti akan merasa menderita.
Jalani hidup ini apa adanya, karena Allah juga tidak menyukai orang yang suka menyalahkan dirinya sendiri. Setiap manusia pasti memiliki kekurangan. Penyebab penderitaan itu bermacam-macam. Ia datang kepada kita dalam bentuk sakit, gagal dalam usaha, diperlakukan secara tidak adil, mengalami duka cita karena kematian orang yang kita sayangi, musibah seperti bencana alam. Apapun penyebabnya penderitaan selalu ada. Orang mati pun menderita akibat dosa yang ditanggungnya. Penderitaan perlu dihadapi dan direnungkan. Ini mengandaikan bahwa ada makna positif yang bisa kita petik dari pengalaman penderitaan. Penderitaan ada manfaatnya ini mendekatkan kita kepada Allah. Fakta mengatakan bahwa manusia tidak pernah sendirian dalam menghadapi penderitaan, dalam berita manusia kembali menjadi satu. Penderitaan membuat perbedaan-perbedaan pendapat, konflik, dan perpecahan mencair dengan sendirinya. Penderitaan memang menyakitkan dan menimbulkan luka tetapi selalu saja ada teman dan sahabat yang ikut berbela rasa dengan kira memikul duka cita itu. Kita harus menghadapi penderitaan dengan percaya bahwa penderitaan itu bersifat sementara saja, penderitaan ternyata membangkitkan pengharapan.
Ada satu hal yang menjadi pintu gerbang yang menjadi penentu keberhasilan seseorang. hal yang dimaksud adalah mental. Setiap jiwa manusia memiliki mental dan mental itulah yang membuat bergeraknya perbuatan manusia. Kualitas seseorang akan semakin berkualitas apabila orang tersebut memiliki mental yang baik tetapi akan terjadi sebaliknya jika seseorang tidak memiliki mental yang baik maka orang tersebut akan mengalami sebuah jalan hidup yang tidak menyenangkan bahkan dapat memancing sebuah penderitaan. Jadi mental merupakan hal yang sangat berpengaruh dalam jalannya hidup kita. Hal yang paling berbahaya adalah apabila kita sudah mengalami kekalahan mental. Kekalahan mental dapat terjadi apabila kita tidak mampu menerima suatu keadaan yang sedang terjadi didalam diri kita. Kekalahan mental yang terjadi didalam diri seseorang maka orang tersebut tidak akan dapat menyelesaikan seluruh masalah yang sedang dihadapinya dan orang tersebut dapat menjadi menderita dengan hidupnya. Oleh sebab itulah mental sangat berperan penting dalam kehidupan seseorang.
1.2 Rumusan Masalah
Dari latar belakang, dapat disimpulkan bahwa ada beberapa masalah yang dapat diambil diantaranya,
1. Pengertian dan konsep penderitaan
2. Sebab-sebab penderitaan
3. Solusi dalam mengatasi penderitaan
1.3 Batasan Masalah
Dalam makalah ini penulis hanya membatasi permasalahan dalam hal manusia dan penderitaan.
1.4 Tujuan
1. Untuk membahas tentang makna penderitaan serta penyebab dari adanya penderitaan yang berkaitan dalam pembahasan manusia dan penderitaan.
2. Dengan mengetahui makna penderitaan, apa langkah-langkah yang seharusnya dilakukan untuk mengatasi penderitaan tersebut.
3. Memunculkan rasa kesadaran pada diri manusia untuk bisa saling membantu dan merasakan penderitaan saudara-saudara kita yang lagi terkena penderitaan.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Penderitaan
Penderitaan berasal dari kata dasar derita, kata derita berasal dari bahasa Sanskerta ‘’dhara’’ artinya menahan , menanggung. Derita berarti menanggung atau merasakan atau sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin, atau lahir-batin. Yang termasuk penderitaan itu adalah keluh kesah, kesengsaraan, kelaparan, kekenyangan, kepanasan dan sebagainya.
Diantara tanda-tanda orang terlalu mencintai dirinya, bila ia tertimpa bencana, malapetaka, keburukan atau kemiskinanserta penderitaan, ia putus asa dan mengira bahwa ia tidak akan mendapatkan karunia Allah lagi. Firman Allah SWT :
“ Manusia tidak jemu-jemu memohon kebaikan, tetapi jika mereka tertimpa malapetaka/penderitaan, dia menjadi putus asa lagi putuss harapan. (Q.S. Funshshilat, 41:49).

2.2 Konsep Penderitaan
Penderitaan adalah bagian dari kehidupan masyarakat yang bersifat kodrati. Setiap manusia pasti mengalami penderitaan, baik berat maupun ringan. Oleh karena itu manusia sendirilah yang berusaha untuk menghindari atau mengurangi bahkan menghapuskan penderitaan tersebut. Manusia adalah mahkluk budaya, dengan budaya manusia berusaha mengatasi penderitaan yang mengancam atau di alaminya. Manusia tidak boleh pesimis dalam menjalani penderitaan karena penderitaan tersebut tidak akan berakhir jika manusia hanya selalu mengeluh tanpa memikirkan bagaimana cara mengakhiri penderitaan nya.
Penderitaan, bukanlah suatu hal hanya disebabkan oleh peperangan, melainkan juga bisa disebabkan oleh adanya musibah, penindasan, perbudakan dan sebagainya. Penderitaan merupakan suatu hal yang bisa dikatakan suatu hal yang universal, artinya penderitaan bisa terjadi pada setiap manusia tanpa memandang siapapun, tanpa mengenal ruang dan waktu. Ini berarti penderitaan tidak hanya dirasakan oleh manusia zaman sekarang, tetapi juga dirasakan oleh manusi zaman dahulu. Sebagai fenomena yang bersifat universal, penderitaan tidak mengenal perbedaan manusia. Artinya sekalipun manusia tersebut suci, pasti pernah merasakan suatu penderitaan. Misalnya saja Nabi kita yang terakhir yaitu Nabi Muhammad SAW, beliau dalam menyebarkan agama islam penuh dengan tantangan dari kaum kafir. Beliau pernah dilempar oleh kaum kafir, beliau pernah menggembala dan menjadi pedagang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Ada beberapa konsep yang terkait dengan penderitaan, yang diantaranya akan dijelaskan dibawah ini.
1. Penderitaan dan siksaan.
Siksaan berkaitan dengan dosa dan neraka, yang banyak disebut dalam kitab suci Alqur’an. Dalam Alqur’an banyak surat-surat yang berisi ancaman, siksaan bagi orang-orang musyrik, sirik, makan riba, dengki, memfitnah, mencuri, makan harta anak yatim dan sebagainya.
Siksaan itu berisikan penyakit, siksaan hati, siksaan badan oleh orang lain, dan sebagainya. Siksaan yang begitu keras dan pedihnya akan ada di akhirat nanti yaitu neraka. Neraka merupakan siksaan bagi orang yang melakukan dosa, begitu eratnya hubungan antara siksaan, dosa dan neraka kemudian ditambah dengan rasa sakit yang bisa dikatakan sebagai hubungan sebab akibat. Sebagaimana dalam Al-Qur’an yang dijelaskan pada surat Al-Fath ayat 6 yang artinya :
“Dan supaya Dia menyaksikan orang-orang yang munafik laki-laki dan perempuan, orang-orang yang musyrik laki-laki dan perempuan yang mempunyai persangkaan jahat terhadap Allah. Mereka mendapat giliran buruk. Allah memurkai mereka, dan menyediakan neraka jahanam baginya. Dan neraka jahanam itu adalah seburuk-seburuk tempat kembali.”
2. Penderitaan dan rasa sakit.
1. Sakit merupakan sunnatullah
Sakit merupakan keadaan yang senantiasa dialami oleh hampir semua manusia. Dengan merasa sakit, manusia tahu dan sadar akan pentingnya keadaan sehat. Sehingga ia mau mensyukuri nikmat sehat tersebut. Keadaan sakit merupakan sunnatullah yang mengikuti hukum sebab-akibat dari Allah SWT. Contohnya adalah Cacat lahir, karena tidak sempurnanya proses pertumbuhan janin di dalam rahim. penyakit infeksi yang terjadi sebagai akibat interaksi antara manusia dengan bibit penyakit yang juga merupakan makhluk Allah.
2. Sakit merupakan ujian
“sesungguhnya bila Allah SWT mencintai suatu kaum, dicoba-Nya dengan berbagai cobaan. Dan barangsiapa yang tidak ridha, mereka akan memperoleh murka Allah”. (HR. Ibnu Majah dan Tarmidzi).
3. Sakit sebagai penebus dosa
“ Tidak ada sat musibah yang menimpa seorang Mukmin walaupun hanya tertusuk duri atau lebih dari itu, kecuali Allah tingkatkan derajatnya dan dihapuskan dosanya. (HR. Muslim)
Oleh karena itu makin besar penderitaan seseorang makin besar pula pahala yang didapat.
4. Sakit sebagai peringatan
Keadaan ini kita jumpai pada orang yang menderita sakit, setelah ia menyimpang dari petunjuk agama dan melakukan perbuatan tercela. Dalam beberapa kasus; penyakit yang diderita dapat menyadarkan mereka untuk kembali ke jalan yang lurus. Misalnya, penyakit AIDS, korban narkotika, dan sebagainya.
5. Sakit sebagai azab
Contohnya adalah wabah yang menyerang suatu masyarakat yang berbuat zalim. Misalnya wabah penyakit thoun yang menyerang tentara Abrahah, yang ingin merobohkan Ka’bah.
6. Upaya penyembuhan
a. Allah yang menentukan kesembuhan. Sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an surah asy Syu’ara ayat 80 yang artinya
“Dan bila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan.”
b. Manusia wajib berikhtiar
Dengan mempelajari sunnatullah, ilmu kedokteran modern telah banyak mengungkap sebab-akibat maupun cara pengobatan berbagai penyakit, sehingga para dokter dapat membantu orang sakit beikhtiar secara lebih baik.
3. Penderitaan dan neraka.
Neraka adalah darul Azab, yakni tempat siksaan bagi orang yang berbuat dosa, durhaka, dan orang yang ingkar kepada Allah.
Allah SWT akan memberi balasan kepada orang-orang yang taat dan berbakti dengan kenikmatan, yaitu surga. Maka kepada orang-orang yang durhaka dan bersalah akan diberi balasan berupa siksa, yaitu neraka. Ini dilakukan sebagai hukuman terhadap mereka, hukuman yang sangat pedih, dan berbagai macam siksaan yang mengerikan. Inilah sebuah penderitaan yang tidak diinginkan oleh setiap manusia.

2.3 Penyebab Penderitaan
Menurut pandangan agama khususnya islam penderitaan disebabkan oleh dua kemungkinan pertama karena ujian Allah SWT, kedua karena bala atau siksa Allah yang terdapat dalam surat Al-Baqoroh:155 yang artinya
“sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan”.
Juga tercantum dalam surat Ar-Rum:41 yang artinya,
”Telah timbul kerusakan di darat dan di laut disebabkan ulah tangan manusia, karena Tuhan hendak merasakan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka, supaya mereka kembali kepada kebenaran”.
Bila kita mengalami penderitaan, maka sikap kita yang paling jitu adalah “mawas diri”. Dengan jalan itu dapat memperoleh jawaban penderitaan sebagai ujian Allah, sehingga kita bersabar atau tawakal sambil berikhtiar menyingkirkan penderitaan itu. Dalam sabda nabi Muhammad SAW,
”Jikalau kamu bersungguh-sungguh tawakal kepada Allah maka Allah akan memberi rizki kepadamu sebagaimana Allah memberi rizki kepada burung-burung yang lapar pada waktu pagi dan kenyang pada waktu sore hari”.
Penderitaan adalah sebuah kata yang sangat dijauhi dan tidak disukai oleh siapa pun. Berbicara tentang penderitaan, dalam bukunya karangan Djoko Widagdho disebutkan bahwa penderitaan tersebut berasal dari dalam dan luar diri manusia (faktor internal dan eksternal).
Dari dalam diri manusia terdapat cipta, rasa dan karsa. Karsa merupakan sumber yang menjadi penggerak segala aktivitas manusia. Cipta adalah realisasi dari adanya karsa dan rasa. Baik karsa maupun rasa selalu ingin dipuaskan. Karena selalu ingin dilayani, sedangkan rasa selalu ingin dipenuhi tuntutannya (Djoko Widagdo, 2008). Manusia akan menderita jika karsa dan rasa tidak terpenuhi, jadi jelas bahwa karsa dan rasa merupakan sumber penderitaan.
Permasalahan yang menyebabkan penderitaan dari luar diri manusia dibedakan menjadi dua bagian yaitu eksternal murni dan eksternal tidak murni. Penderitaan eksternal murni merupakan penderitaan yang penyebabnya benar-benar berasal dari luar diri manusia yang bersangkutan. Penderitaan ini tidak bukan merupakan akibat ulah orang bersangkutan. Sedangkan eksternal tidak murni merupakan penderitaan yang penyebabnya tampak dari luar diri manusia, tetapi sebenarnya dari dalam diri manusia yang bersangkutan.
Menurut Al-Ghazali, bahwa penderitaan dapat pula timbul akibat noda dosa pada hati manusia. Dalam kitabnya Ihya’ Ulumuddin, orang yang suka iri hati, hasad dan dengki akan menderita hukuman lahir-batin, dan selalu akan merasa tidak puas dan tidak kenal berterima kasih. Oleh karena itu, penderitaan-penderitaan lahir maupun batin akan selalu menimpa orang-orang yang mempunyai sifat iri hati, hasad, dengki, selama hidupnya sampai akhir kelak.
Secara umum, penderitaan yang dialami dalam kehidupan manusia mempunyai beberapa penyebab yaitu :
1. Perbuatan Buruk Manusia
Penderitaan yang terjadi dalam kehidupan manusia bisa disebabkan oleh perbuatan buruk yang di lakukan oleh manusia. Perbuatan tersebut bisa menimbulkan derita bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain. Derita yang ditimbulkan merupakan nasib yang harus diterima. Nasib tersebut hanya bisa kita sendiri yang menentukan. Penderitaan bisa berakhir jika kita menghadapinya dengan ikhlas dan optimis. Perbuatan buruk yang dilakukan oleh manusia dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan sekitar seperti :
a. Terhadap Orang Lain.
Perbuatan buruk manusia bisa menimbulkan derita bagi orang lain, hal ini sangat membuat phyisik dan phisikologi orang yang menderita bisa terganggu. Banyak contoh realita yang bisa kita lihat, salah satunya adalah perbuatan buruk majikan yang memperkosa, menyekap, dan menyiksa pembantu rumah tangga. Hal ini sangat membuat derita bagi pembantu tersebut dan memang sewajarnya jika majikan yang tak bermoral tersebut di berikan ganjaran yang setimpal. Jadi, perbuatan buruk yang di seseorang bisa menimbulkan derita bagi orang lain.
b. Terhadap Alam Lingkungan
Perbuatan buruk manusia terhadap alam lingkungan juga menjadi penyebab penderitaan bagi manusia lainnya, tetapi sayang manusia tidak mau menyadari perbuatannya itu. mungkin kesadaran itu bisa timbul setelah terjadi musibah yang mengakibatkan penderitaan bagi manusia. Beberapa contoh konkrit perbuatan tersebut adalah membabat hutan lindung yang mengakibatkan tanah longsor, membuang sampah sembarangan yang menyebabkan banjir, dan membuang limbah sembarangan yang mengakibatkan pencemaran air serta berbagai penyakit. Seharusnya kita harus lebih menyadari akibat yang akan di timbulkan karena perbuatan buruk kita.
2. Hakikat Manusia
Manusia pada hakikatnya adalah makhluk hidup yang memiliki kepribadian yang tersusun dari perpaduan dan saling hubungan dan pengaruh-mempengaruhi antara unsur-unsur jasmani dan rohani, dan karena itu penderitaan dapat pula terjadi pada tingkat jasmani maupun rohani.
3. Dorongan Memenuhi Kebutuhan Sebagai Sumber Penderitaan
Manusia dituntut untuk memenuhi kebutuhannya baik itu sifatnya jasmani, rohani dan sosial agar dapat mempertahankan keberadaan serta kehidupannya. Disini nafsu berperan dalam mengendalikan hidupnya, berbagai upaya akan dilakukan untuk memenuhi nafsu tersebut. Dalam memenuhi kebutuhan tersebut terkadang tercapai, namun jika tidak tercapai, maka akan terjadi penyesalan, kesedihan dan penderitaan.
4. Kekalutan Mental
Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara lebih sederhana kekalutan mental adalah gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah laku secara kurang wajar.

2.4 Solusi dalam Mengatasi Penderitaan
Penderitaan yang sudah menjadi takdir atau pun nasib kita sebenarnya bisa kita hindari karena yang membuat hidup kita menderita adalah perbuatan yang kita lakukan. Penderitaan bisa kita atasi dengan cara :
1. Memulai sesuatu hal dengan hal yang baik, dengan cara ini penderitaan bisa kita hindari karena dengan berbuat baik nasib kita bisa berubah sesuai dengan perbuatan yang telah kita lakukan.
2. Lebih mendekatkan diri pada Allah SWT dan tawakkal kepada-Nya, dengan cara ini apa yang kita perbuat akan sesuai dengan jalan dan seturut dengan perintah-Nya. Penderitaan kita bisa berkurang jika selalu mendekatkan diri pada yang kuasa.
3. Jalani hidup dengan optimis, dengan cara ini penderitaan dalam hidup kita akan segera berlalu karena adanya suatu motivasi dalam diri untuk mengakhiri segala penderitaan yang telah terjadi dalam hidup ini.
4. Jika kita ditimpa suatu penderitaan, hendaknya kita bersabar terhadap penderitaan yang kita derita serta selalu berpegang teguh kepada Allah SWT.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Penderitaan merupakan suatu yang tidak menyenangkan, dimana penderitaan ini bersifat universal yang artinya dapat menimpa setiap manusia kapanpun, dimanapun dan siapapun dia. Penderitaan dapat muncul dari Allah SWT dan dapat juga dari diri manusia itu sendiri.
Penderitaan memang suatu masalah yang dapat mendatangkan siksa, rasanya tidak ada jalan lain kecuali menyesal perbuatan-perbuatan yang tidak baik yang pernah kita lakukan, dengan janji tidak akan mengulangi lagi. Untuk itu Allah telah berjanji dalam Al-Qur’an surat An-Nur ayat 31 yang artinya :
“Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah wahai orang-orang yang beriman, mudah-mudahan kamu mendapatkan kebahagiaan”.
Penderitaan yang kita alami bisa diatasi dengan selalu kuat, sabar dan berserah diri pada Allah SWT. Hendaklah hanya kepada Allahlah tempat kita untuk selalu bersandar, baik dalam keadaan bahagia maupun penderitaan.
3.2 Kritik dan Saran
Dalam penulisan makalah tersebut, terdapat berbagai kekurangan baik itu dalam penulisan dan isi penjabaran materi tentang “manusia dan penderitaan”. Sebagai penulis dari makalah tersebut berharap agar makalah ini dapat memberi manfaat, memberikan informasi tambahan yang dapat dijadikan sebuah referensi yang berkaitan dengan judul makalah tersebut. Untuk kesempurnaan dari isi makalah tersebut, penulis dengan lapang hati untuk menerima kritik dan saran agar isi makalah tersebut dapat diperbaiki dan benar-benar menjadi makalah yang berkualitas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s