Category Archives: Sains

MENENTUKAN BESAR MEDAN MAGNET HORIZONTAL BUMI DENGAN METODE INDUKSI MAGNETIK

Standar

Abstrak

Bumi diibaratkan sebagai sebuah magnet seferis yang sangat besar dengan suatu medan magnet yang mengelilinginya. Medan magnet bumi terkarakterisasi oleh parameter fisis yang dapat diukur yaitu arah dan intensitas kemagnetannya. Dalam makalah ini disajikan penentuan besar medan magnet bumi menggunakan metode induksi magnetik dengan alat berupa kawat berarus berbentuk lingkaran dan kompas. Sedangkan data dianalisis dengan teknik regresi linear tanpa bobot. Variabel yang bebas yang dipilih adalah tangen sudut yang terbentuk antara jarum kompas dan medan magnet horizontal bumi, sedangkan medan magnet induksi sebagai variabel terikat. Data diambil sebanyak 8 kali, namun terdapat 2 data terakhir yang tidak diikutsertakan dalam analisis karena nilainya tetap. Dari analisis diketahui besar medan magnet horizontal bumi adalah (480,18 ± 31,74) µT. Nilai percobaan ini sesuai dengan nilai acuan yaitu 453 µT.

Sejarah Ilmuwan Fisika Islam

Standar

PENDAHULUAN

        Jikalau kita mempelajari sejarah kejayaan Islam dahulu maka akan terlihat semangat orang-orang Islam terdahulu dalam mencari ilmu, mereka belajar dari orang-orang Syiria, Persia, India, Mesir kuno, juga dengan orang-orang Yunani dan lain sebagainya. Dengan demikian maka mereka telah banyak mengumpulkan ilmu dari berbagai daerah seperti diatas. Karena kecintaan dan kepopulerannya pada ilmu pengetahuan, oleh khalifah Harun al Rosyid dari daulah Abbasiyah dan kemudian oleh khalifah Al-Makmun diperintahkan agar buku-buku yang ditulis dalam bahasa asing pada waktu itu disalin dan diterjemahkan kedalam bahasa Arab. Hal ini dimaksudkan agar ilmu-ilmu yang pada waktu itu sudah dikembangkan diberbagai bagian dunia oleh berbagai bangsa itu dapat dikumpulkan untuk dipelajari dan dikuasai oleh orang-orang Islam. Maka sejak itulah mulai bermunculan ilmuwan-ilmuwan Islam yang sangat popular dan menunjukkan sebuah prestasi yang sangat gemilang dan diakui oleh dunia, seperti Jabir Ibnu Hayyan (Ahli Fisika), Muhammad Ibnu Musa Al-Khawarizmi (Ahli Matematika), Muhammad Ibnu Zakaria Al-Razi (Ahli Kimia), Abu Nasir Al-Farabi (Ahli fisika, ahli matematika juga ahli politik), dan Abu Ali Al-Husein Ibnu Sina (Ahli kedokteran) serta masih banyak lagi ilmuwan – ilmuwan muslim waktu daulah abbasiyah yang tidak kami jelaskan secara rinci.

           Dalam sejarah Islam semasa khalifah Al-Makmun lah kejayaan Islam ini mulai diraih, hal ini terbukti hampir 2/3 benua bisa dikuasai. Kejayaan Islam mampu diraih dikarenakan kholifah waktu itu sangat mencintai ilmu pengetahuan sampai pada didirikannya Perpustakaan yang diberi nama “ Baitul Hikmah “ sehingga Lahirlah cendekiawan-cendekiawan muslim sebagai peletak dasar dari ilmu pengetahaun yang nantinya Biografi dari masing-masing tokoh kami jelaskan secara detail. Akan tetapi setelah kholifah Al-Makmum wafat, kejayaan Islam mulai runtuh hal ini ditandai dengan diserbunya tentara mongol dibawah pimpinan Hulagu Khan sehingga perpustakaan yang menjadi pusat ilmu pengetahuan dibakar sampai habis dan waktu itu karya para cendekiawan dirampas dan diterjemahkan kedalam bahasa mereka sehingga karyanya diaku buatan mereka sendiri dengan maksud untuk mengembalikan kejayaan bangsa barat. Read the rest of this entry

Spektroskopi Gamma

Standar

Sinar gamma sebenarnya hampir sama dengan sinar X , hanya saja sinar X lebih lemah. Sinar gamma ini dihasilkan oleh suatu bahan radioaktif. Sinar gamma adalah termasuk sinar yang tidak dapat dilihat oleh mata, untuk itu perlu adanya detektor. Detektor yang digunakan adalah NaI (Tl), detektor ini juga digunakan untuk sinar x, hanya saja detektor untuk gamma lebih tebal sedikit. Cara kerja dari detektor ini adalah sebagai berikut :

Apabila sinar gamma mengenai detektor NaI(Tl) maka akan terjadi tiga efek, yaitu efek fotolistrik, efek compton dan bentukan pasangan. Efek fotolistrik terjadi apabila ada sinar gamma yang mengenai elektron d kulit K dari sebuah atom maka elektron tersebut akan kosong sehingga akan diisi oleh elektron dari kulit yang lain, transisi ini yang menyebabkan terjadinya efek fotolistrik. Efek compton adalah efek yang terjadi apabila sinar gamma (dalam hal ini) mengenai elektron bebas atau elektron terluar dari suatu atom yang dianggap daya ikatnya sangatlah kecil sehingga sama dengan elektron bebas. Apabila sinar gamma memancar ke elektron bebas ini maka akan terjadi hamburan, yang disebut hamburan compton. Sedangkan Efek bentukan pasangan terjadi ketika sinar gamma melaju di dekat inti atom sehingga akan terbentuk pasangan positron dan elektron, syaratnya tenaga sinar haruslah cukup. Read the rest of this entry

Fungsi Gelombang Dapat Diukur Secara Langsung

Standar

Fungsi gelombang pertama kali diciptakan oleh fisikawan Austria Erwin Schrodinger, untuk menangani salah satu fenomena dunia kuantum dualisme gelombang partikel. Namun, fungsi gelombang itu sendiri tidak memberikan gambaran fisik apa pun sampai Max Born mengusulkan untuk mengkuadratkan nilai mutlaknya. Selanjutnya, amplitudo fungsi gelombang yang telah dikuadratkan itu ditafsirkan sebagai kemungkinan menemukan partikel berada pada tempat dan saat tertentu. Bersamaan dengan itu, Born juga memperkenalkan metode pengukuran di bawah aturan-aturan yang ditetapkannya.

Dalam perkembangan selanjutnya para ahli menggunakan metode pengukuran tak langsung yang dikenal dengan tomografi kuantum. Dengan estimasi bahwa fungsi gelombang konsisten terhadap berbagai kumpulan hasil pengukuran, mereka melakukan banyak pengukuran, mencatat hasilnya dalam tabel yang nantinya digunakan untuk memprediksikan nilai-nilai pada kolom yang kosong. Jeff Lunden, seorang peneliti dalam bidang terkait mengibaratkan metode ini seperti meneliti sebuah gelombang air dengan cara menyinarinya dengan cahaya yang digerak-gerakkan lalu mengukur bayangannya di dasar kolam. Namun metode pengukuran tak langsung ini hanya melipat-gandakan masalah dalam menentukan fungsi gelombang. Lagipula fungsi gelombang terlalu rapuh, seperti gelembung sabun yang mudah pecah ketika disentuh untuk diteliti. Fisikawan Sanford, Onur Hosten bahkan menyatakan bahwa mengukur fungsi gelombang itu saja nyaris tidak mungkin dilakukan. Read the rest of this entry

SKALA-SKALA TERMOMETER

Standar

BAB I
PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG
Setelah pada beberapa pertemuan sebelumnya yang telah menjelaskan tentang sejarah fisika dan lainnya. Begitu luas pembahasan yang dibahas di dalam ilmu fisika. Fisika merupakan ilmu yang mempelajari tentang gejala alam yang tidak hidup atau materi dalam lingkup ruang dan waktu. Sifat yang dipelajari juga dalam fisika merupakan sifat yang ada dalam semua sistem, sehingga sifat semacam ini sering disebut sebagai hokum fisika. Salah satu contohnya adalah tentang hukum kekekalan momentum.
Berkaitan dengan ruang lingkup materi fisika, maka akan banyak dijumpai hal-hal yang bersangkutan dengan fisika, baik secara sadar maupun tidak. Gaya, momentum, suhu, pesawat sederhana, pegas, katrol dan lainnya adalah contoh materi yang terangkum dalam ilmu fisika serta dapat dipecahkan dengan ilmu fisika.
Mengenai ruang lingkup yang dipelajari dalam fisika begitu luas, ada suatu hal yang akan ditegaskan dalam makalah tersebut yaitu istilah suhu. Suhu merupakan suatu bagian dari ruang lingkup yang dipelajari di dalam ilmu fisika. Tanpa sadar atau tidak bahwa hampir setiap hari orang berhubungan dengan ilmu fisika. Hal kita ini bisa kita ambil dari berbagai peristiwa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari, seperti memasak air, mengukur suhu tubuh, dan lain sebagainya.
Suhu merupakan derajat panas yang dimiliki oleh suatu benda. Suhu tidak menyatakan berapa banyak panas atau kalor yang dikandung di dalam benda tersebut. Hal tersebut bisa kita artikan dengan sebuah analogi yaitu semakin banyak panas yang dimiliki maka semakin tinggi pula suhu benda tersebut, begitu juga sebaliknya jika panas yang dimiliki sedikit maka rendah jugalah suhu benda tersebut.
Suhu juga sama dengan besaran lainnya yaitu memiliki satuan. Namun setiap Negara memiliki penggunaan satuan suhu yang berbeda-beda. Tentunya untuk memperoleh hasil yang sama maka perlu adanya pengkonversian dari masing-masing tiap satuan suhu yang berbeda tersebut.
Untuk mengukur suhu suatu keadaan digunakan termometer. Termometer berasal dari bahasa Yunani, yaitu thermos dan meter. Thermos artinya panas, sedangkan meter artinya mengukur. Jadi, termometer merupakan alat untuk mengukur suhu. Termometer biasanya berbentuk sebuah pipa kaca sempit tertutup yang diisi dengan zat cair, seperti air raksa. Dalam sistem internasional besaran suhu menggunakan skala Kelvin (K), tetapi di Indonesia besaran suhu yang sering digunakan adalah Celsius (°C). Untuk penggunaan skala suhu juga bemacam-macam. Skala tersebut juga masing-masing berbeda satu sama lainnya. Read the rest of this entry